Loading
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan

Klasifikasi IP Address | Kodok Jail

Address kelas A
Kode:
Format          : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama     : 0
Panjang NetID   : 8 bit
Panjang HostID  : 24 bit
Byte pertama    : 0 - 127
Jumlah Kelas    : 128 (2 7) (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP        : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
                  (1. 0 . 0 . 1 s/d 1.255.255.254) (126. 0 . 0 . 1 s/d 126.255.255.254)
Jumlah Host     : 16.777.214 (2^24-2)IP pada setiap Kelas A
Dekripsi        : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

Address kelas B
Kode:
Format          : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama     : 10
Panjang NetID   : 16 bit
Panjang HostID  : 16 bit
Byte pertama    : 128 - 191
Jumlah Kelas    : 16.384 (214)
Range IP        : 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
                  (128. 0 . 0 . 1 s/d 128. 0 .255.254) (191.255. 0 . 1 s/d 191.255.255.254)
Jumlah Host     : 65.534 (2^16-2)IP Address pada setiap Kelas B
Deskripsi       : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang
Address kelas C
Kode:
Format          : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Bit pertama     : 110
Panjang NetID   : 24 bit
Panjang HostID  : 8 bit
Byte pertama    : 192 - 223
Jumlah Kelas    : 2.097.152 (221)
Range IP        : 192. 0 . 0 .xxx sampai 223.255.255.xxx
                  (192. 0 . 0 . 1 s/d 192. 0 . 0 .254) ( 223.255.255. 1 s/d 223.255.255.254 )
Jumlah Host     : 254 (28 - 2)IP Address pada setiap Kelas C
Deskripsi       : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil
Address kelas D
Kode:
Format          : 1110mmmm.mmmmmmm. mmmmmmm. mmmmmmm
Bit pertama     : 1110 - 11110111
Bit multicast   : 28 bit
Byte inisial    : 224 - 239
Deskripsi       : Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicast (RFC 1112)
Address kelas E
Kode:
Format          : 1111rrrr.rrrrrrrr. rrrrrrrr. rrrrrrrr
Bit pertama     : 1111
Bit cadangan    : 28 bit
Byte inisial    : 240 - 255
Deskripsi       : Kelas E adalah kelas yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental (research).

Pemahaman IP Address | Kodok Jail

IP adalah singkatan untuk Internet Protocol, yang paling populer sistem terbuka protokol yang digunakan untuk berkomunikasi melalui perangkat apapun jaringan yang saling berhubungan termasuk Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN). Sebuah alamat IP adalah nomor identifikasi yang ditetapkan ke perangkat (misalnya komputer atau printer) di jaringan tersebut. Perangkat lain dalam jaringan atau keluar dari jaringan yang menggunakan alamat IP ini untuk menghubungkan ke perangkat ini melalui protokol-protokol komunikasi seperti Transmission Control Protocol (TCP) atau Internet Protocol (IP).
 
Sebuah alamat IP terdiri dari 4 set dari 8-bit (oktet) dengan total 32-bit, masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik (.). Untuk masing-masing dari 4 set oktet dalam sebuah alamat IP, nilai yang paling maksimum adalah 255 (mewakili oktet yang berisi semua). Oleh karena itu, nilai-nilai alamat IP berkisar dari 0.0.0.0 ke 255.255.255.255, yang diterjemahkan ke 3720314628 alamat IP yang berbeda.

Contoh alamat IP dalam desimal dan biner

  • Desimal: 123.45.67.89
  • Biner: 01111011.00101101.01000011.01011001

Dalam jaringan pribadi, setiap alamat IP yang valid dapat diberikan ke perangkat selama mereka tetap unik dari satu sama lain di dalam jaringan. Namun, menetapkan alamat IP untuk server dan perangkat yang terhubung ke internet diatur oleh organisasi-organisasi seperti ARIN (Amerika Serikat), RIPE NCC (Eropa) dan APNIC (Asia Pasifik), sehingga tidak ada duplikasi alamat IP yang ditetapkan.

Klasifikasi alamat IP

Sebuah alamat IP terdiri dari dua bagian – satu mengidentifikasi jaringan dan mengidentifikasi perangkat lain atau node di dalam jaringan. Sebagai contoh, dalam kasus alamat IP 123.45.67.89, jaringan diidentifikasi dengan 123, sedangkan simpul diidentifikasi dengan 45.67.89. Aturan kedalam  alamat IP ke dalam jaringan dan simpul adalah ditentukan oleh klasifikasi. Meskipun representasi desimal alamat IP adalah mudah untuk penggunaan manusia, komputer menggunakan representasi biner dan klasifikasi alamat IP juga didasarkan pada angka-angka biner.
  • Kelas A: ini kelas alamat IP dimulai dengan bilangan biner 0 (desimal angka 0 sampai 127). Jaringan diidentifikasi oleh oktet pertama (set pertama dari alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP 123.45.67.89 milik kelas A karena himpunan bilangan pertama adalah 123 (antara 0 dan 127). ID jaringan 123, sedangkan node ID 45.67.89. Alamat IP 127.0.0.1 adalah IP khusus diperuntukkan bagi internal loopback testing. Sebagai contoh, jika seseorang menyambung ke host lokal (komputer yang sama menjalankan server), alamat IP 127.0.0.1. Itu tidak menimbulkan lalu lintas jaringan. Juga alamat IP 0.0.0.0 default fallback mewakili nilai dan tidak ditugaskan untuk semua jaringan. Oleh karena itu, kelas A dapat mendukung 126 alamat jaringan, masing-masing berisi 16 juta bening.
  • Kelas B: bilangan biner dimulai dengan 10 (angka desimal 128-191). Jaringan diidentifikasi oleh dua oktet pertama (yang pertama dua set alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP milik 178.95.234.23 kelas B, karena himpunan bilangan pertama adalah 178 (antara 128 dan 191). Jaringan ID 178,95, sedangkan node ID 234,23. Kelas B dapat mendukung jaringan 16.000 alamat, masing-masing berisi 65.000 node
  • Kelas C: bilangan biner dimulai dengan 110 (angka desimal 192-223). Jaringan diidentifikasi oleh tiga oktet pertama (yang pertama dari tiga set alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP milik 210.223.99.145 kelas C, karena himpunan bilangan pertama adalah 210 (antara 192 dan 223). Jaringan ID 210.223.99, sedangkan node ID 145. Kelas B dapat mendukung lebih dari 2 juta alamat jaringan, masing-masing berisi 254 node.
  • Kelas D: digit biner mulai dengan 1110 (angka desimal 224-239). Kelas ini IP yang disediakan untuk keperluan multicast. # Kelas E: kelas E alamat IP dimulai dengan angka biner 1111 (berkisar 240-255 dalam format desimal). Kelas alamat IP yang disediakan untuk tujuan pengujian dan tidak ditugaskan untuk penggunaan umum.

Pengertian IP Address dan Configurasinya | Kodok Jail

Pembagian Kelas IP Address

Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.

 IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.

Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :

Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:

 

IP address kelas A

Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 167.205.26.161, network ID = 167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

IP address kelas B
IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.

 

IP address kelas C

IP address kelas C digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas C selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID.
IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.

Mengkonfigurasi TCP/IP
Implementasi TCP/IP pada Windows98 meliputi protokol standar TCP/IP, kompatible dengan
TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP termasuk:
1. Internet Protocol,
2. Transmission Control Protocol (TCP),
3. Internet Control Message Protocol (ICMP),
4. Address Resolusion Protocol (ARP),
5. User Datagram Protocol (UDP).
TCP/IP harus dikonfigurasikan sebelum dahulu agar bisa “berkomunikasi” di dalam jaringan
komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang telah diinstall memerlukan IP address dan subnet
mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk
membedakan network ID dari host ID.
Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host
Configuration Protocol (DHCP) atau disi secara manual.

Gambar 2.4. IP address dalam TCP/IP properties

Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address:
1. Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
2. Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar untuk kartu jaringan yang telah
diinstall.
3. Klik Properties.
4. Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:
* Obtain an IP address automatically
IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address
secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi
client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan
pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address
tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
* Specify an IP address
IP address dan subnet mask diisi secara manual.
5. Klik OK.
6. Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab Gateway,
masukkan nomor alamat server.
7. Klik OK.
8. Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service (WINS) server, kembali
ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab WINS Configuration, dan klik Enable
WINS Resolution serta masukan nomor alamat server.
9. Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS), kembali ke dalam kotak
dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor
alamat server.
10. Klik OK.

Perbedaan IPv4 Dan IPv6 | Kodok Jail

  • Fitur
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.

IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.
  • Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.

IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.
  • Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.

IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.
  • Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.

IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.
  • Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.

IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.
  • Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.

IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai
  • Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.

IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.
  • Configuration
IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual.

IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.
  • Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.

IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi

kalo nanti udah di implementasiin IPv6, maka mau tidak mau semua modem harus di ganti deh

Pengenalan Kabel UTP | Kodok Jail

Pengertian dan arti definisi Kabel UTP atau kabel unshielded twisted pair adalah kabel yang biasa digunakan untuk membuat jaringan atau network komputer berupa kabel yang didalamnya berisi empat (4) pasang kabel yang yang setiap pasangnya adalah kembar dengan ujung konektor RJ-45. Dinamakan unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan.

Kategori Kabel UTP

Kabel UTP sebenarnya terdapat 7 kategori. Akan tetapi yang biasa digunakan untuk LAN ialah kategori 5 atau yang biasa disebut cat-5. Berikut ini ialah kegunaan dari kabel kategori 1-7 :
  1. kategori 1: sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.
  2. kategori 2: dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps
  3. kategori 3: dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps.
  4. kategori 4: Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.
  5. kategori 5: Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.
  6. kategori 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network.
  7. kategori 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e
  8. kategori 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps
  9. kategori 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.
Dalam membangun sebuah jaringan, langkah awal yang dilakukan adalah
memilih konfigurasi kabel yang tepat. Terdapat 2 konfigurasi kabel yaitu tipe
Straight dan tipe Cross.
Tipe straight digunakan untuk menghubungkan komputer jaringan yang
memakai hub/switch atau client ke hub. Sedangkan tipe cross digunakan untuk
menghubungkan komputer jaringan yang tanpa memakai hub/switch atau client
ke client.

Bentuk-bentuk koneksi pada masing-masing model :
  • Koneksi kabel UTP model straight
Pin 1 2 3 4 5 6 7 8
U I OP O HP B BP H CP C
U II OP O HP B BP H CP C
  • Koneksi kabel UTP model cross
Pin 1 2 3 4 5 6 7 8
U I OP O HP B BP H CP C
U II HP H OP B BP O CP C

KETERANGAN :
  • OP : ORANYE PUTIH
  • H : HIJAU
  • BP : BIRU PUTIH
  • HP : HIJAU PUTIH
  • O : ORANYE
  • CP : COKELAT PUTIH
  • B : BIRU
  • C : COKELAT
Perangkat Pengguna Kabel UTP
Perangkat-perangkat yang biasa terhubung dengan kabel UTP ialah :
  • Repeater
Fungsi utama dari repeater ialah menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN
dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli
pada segmen kabel LAN yang lain. Dengan adanya repeater ini, jarak antara
dua jaringan komputer bisa diperjauh.
  • Bridge
Bridge bekerja dengan meneruskan paket Ethernet dari satu jaringan ke
jaringan lain. Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan
metode transmisi yang berbeda dan atau medium acces control yang
berbeda.
  • Switch
Fungsi Switch sama dengan Bridge, hanya saja Switch merupakan
pengembangan dari Bridge. Pada awalnya Bridge diimplementasikan dengan
basis software (software based), sedangkan Switch menggunakan
implementasi hardware dalam bentuk ASIC (Appication Specific Integrated
Circuit).
  • Hub
Fungsi hub sama halnya dengan fungsi Switch. Hanya saja Hub punya
beberapa kelebihan dibandingkan dengan Switch.
  • Router
Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke
jaringan yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur di antara keduanya
dan dapat juga digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN (Local Area
Network).
  • Ethernet
Ethernet adalah interface yang merupakan sebuah card yang terhubung ke
card yang lain ke Ethernet hub dan kabel UTP atau hanya menggunakan
sebuah kabel BNC yang diterminasi di ujungnya.

Perbedaan masing² tipe kabel UTP :
  1. Cat 3: sudah di standarisasi oleh TIA/EIA-568-B, dengan frekuensi pengiriman data 16 MHz. Digunakan pada jaringan ethernet 10 Mbps.
  2. Cat 4: belum terdaftar di TIA/EIA, degan frekuensi pengiriman data 20 MHz, digunakan pada jaringan Token Ring dengan kecepatan 16 Mbps.
  3. Cat 5: belum terdaftar di TIA/EIA, dengan frekuensi pengiriman data 100 MHz. Digunakan pada jaringan ethernet 100 Mbps. Kurang cocok untuk 1000Base-T gigabit ethernet.
  4. Cat 5e: sudah terstandarisasi oleh TIA/EIA-568-B, dengan frekuensi pengiriman data 100 MHz. Digunakan untuk jaringan ethernet 100 Mbps dan gigabit ethernet.
Namun pada intinya, perbedaan tiap kabel itu tergantung dari jumlah lilitan yang ada di masing² kabel. Ex; kabel Cat 3; belitan/lilitan kabelnya kurang bagus, sehingga data yang di kirim tidak sempurna. As we know, lilitan berpengaruh dalam "noise" di sekitar kabel. Tapi perlu juga di sadari, standar yang sekarang di gunakan untuk jaringan ethernet kan menggunakan Cat 5e, tapi terkadang pabrik penyedia kabel tidak memenuhi standarisasi untuk Cat 5e tersebut

IP Address | Kodok Jail

Salah satu keputusan desain yang paling penting dari insinyur Internet penugasan alamat IP, nomor 32-bit yang mengidentifikasi host Internet. Angka-angka ini ditempatkan dalam header paket IP dan digunakan untuk rute paket ke tujuan mereka. Beberapa hal yang harus diingat tentang penentuan alamat IP:

* Awalan berbasis pengalamatan. Konsep dasar dari alamat IP adalah prefiks awal dari alamat IP dapat digunakan untuk keputusan routing umum. Sebagai contoh, 16 bit pertama dari alamat mungkin mengidentifikasi Acme Perusahaan, 20 bit pertama mengidentifikasi Acme kantor Jonestown, yang 26 bit pertama mengidentifikasi Ethernet tertentu di kantor itu, dan 32 seluruh bit mengidentifikasi suatu host tertentu pada Ethernet itu. Awalan berbasis mengatasi memiliki asal-usul dalam Kelas IP Address, dan telah berkembang menjadi Subnetting dan CIDR.

* Tugas Per-interface. Alamat IP yang ditugaskan pada basis per-interface, jadi tuan rumah mungkin memiliki beberapa alamat IP jika memiliki beberapa antarmuka. Sebagai contoh, sebuah host dengan kedua Ethernet dan interface serial akan memiliki alamat IP untuk masing-masing. Ini merupakan konsekuensi penting dari awalan berbasis pengalamatan. Alamat IP tidak benar-benar merujuk ke host, mengacu untuk sebuah antarmuka.

Jika suatu tuan rumah dikenal dengan beberapa alamat, maka setiap layanan pada host ini dapat disebut dengan beberapa nama! Mengatasi host ini membutuhkan memilih salah satunya. Karena paket ditujukan untuk antarmuka dan bukan tuan rumah, informasi jalur diperkenalkan ke alamat. Konsekuensi yang tepat dari efek ini sangat tergantung pada desain jaringan. Secara khusus, desain ceroboh dapat mengakibatkan host menjadi dijangkau dengan satu alamat namun tidak oleh orang lain. Solusi sederhana untuk masalah ini adalah untuk memilih antarmuka host yang paling dapat diandalkan dan mengiklankan alamat IP sebagai alamat utama IP host.

* Alamat Virtual. Hal ini kadang-kadang berguna untuk mengatur suatu host dengan alamat IP tambahan, biasanya untuk menggunakan satu server untuk menawarkan layanan Web untuk beberapa alamat. Meskipun tidak ada standar nyata ada untuk alamat virtual tersebut, konfigurasi khas adalah untuk menetapkan alamat tambahan pada Ethernet (atau media multicast lainnya) dan kemudian menjawab permintaan ARP untuk alamat virtual. Khusus pendukung diperlukan baik dalam sistem operasi server dan perangkat lunak server yang sebenarnya.

* Dynamic pengalamatan. Banyak host, khususnya pengguna workstation, tidak perlu diberi alamat IP tertentu, dan dapat secara dinamis diatasi. Selain mematuhi prinsip-prinsip umum dari prefiks berbasis pengalamatan (yakni, host pada sebuah Ethernet tertentu harus memiliki alamat dengan awalan tertentu), tuan rumah tersebut akan beroperasi dengan menggunakan alamat IP. Host lain, terutama server, harus memiliki alamat IP tertentu karena perangkat lain yang mengharapkan mereka untuk menjawab alamat tersebut, dan harus statis diatasi. host secara dinamis menggunakan protokol manajemen ditujukan untuk mendapatkan alamat IP dari server; paling host statis ditangani secara manual dikonfigurasi dengan alamat IP mereka.

Kelas Address | Kodok Jail

Dalam Internet asli routing skema yang dikembangkan pada 1970-an, situs ditugaskan alamat dari salah satu dari tiga kelas: Kelas A, Kelas B dan Kelas C. kelas-kelas alamat berbeda dalam ukuran dan jumlah. Kelas A alamat adalah yang terbesar, tetapi ada beberapa dari mereka. Kelas Cs adalah yang terkecil, tetapi mereka banyak. Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam operasi normal.

Untuk mengatakan bahwa kelas berbasis IP pengalamatan di masih digunakan akan benar hanya dalam arti loosest. desain pengalamatan Banyak yang masih berbasis kelas, namun peningkatan jumlah hanya dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep yang lebih umum CIDR, yang kompatibel dengan kelas-kelas alamat.

Cukuplah untuk mengatakan bahwa pada satu titik dalam waktu, Anda dapat meminta NIC Internet untuk menetapkan Anda kelas A, B atau alamat C. Untuk mendapatkan kelas yang lebih besar alamat B, Anda mungkin harus menyediakan beberapa pembenaran, tetapi hanya kelas A benar-benar sulit untuk mendapatkan. Dalam hal apapun, NIC akan menetapkan bit jaringan, atau-n bit, untuk beberapa nilai unik dan menginformasikan insinyur jaringan lokal. Hal ini kemudian akan sampai insinyur untuk menetapkan masing-masing host alamat IP-nya dimulai dengan bit n ditugaskan-, diikuti dengan bit host, atau h-bit, untuk membuat alamat yang unik.

Internet routing yang digunakan untuk bekerja seperti ini: Sebuah router menerima paket IP Alamat Tujuan diekstraksi tersebut, yang diklasifikasikan (harfiah) dengan memeriksa pertama satu sampai empat bit. Setelah kelas alamat yang telah ditetapkan, itu dipecah menjadi bit jaringan dan host. Router mengabaikan bit host, dan hanya dibutuhkan untuk mencocokkan bit jaringan untuk menemukan rute ke jaringan. Setelah paket mencapai jaringan target, bagian host yang diperiksa untuk pengiriman akhir.

Ringkasan Kelas IP Address

Kelas A - 0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhh

* Pertama bit 0; 7 jaringan bit, 24 bit host

* Awal byte: 0-127

* 126 Kelas Seperti ada (0 dan 127 dicadangkan)

* 16.777.214 host pada masing-masing Class A

Kelas B - 10nnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh

* Pertama dua bit 10; 14 jaringan bit, 16 bit host

* Awal byte: 128-191

* 16.384 Kelas B ada

* 65.532 penghuni di setiap Kelas B

Kelas C - 110nnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh

* Pertama tiga bit 110; 21 jaringan bit, 8 bit host

* Awal byte: 192-223

* 2.097.152 Kelas Cs ada

* 254 host pada setiap Kelas C

Kelas D - 1110mmmm mmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmm

* Pertama empat bit 1110; bit alamat multicast 28

* Awal byte: 224-247

* Ds Kelas adalah alamat multicast - lihat RFC 1112

Kelas E - 1111rrrr rrrrrrrr rrrrrrrr rrrrrrrr

* Pertama empat bit 1111; 28 bit alamat reserved

* Awal byte: 248-255

* Dicadangkan untuk penggunaan eksperimental

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Recent Post

Statistik

blog search directory Search Engine Submission - AddMe BritBlog Online Marketing
OnToplist is optimized by SEO
Add blog to our blog directory. Increase Google Page Rank Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Submit Express Inc.Search Engine Optimization Check PageRank Sonic Run: Internet Search Engine My Zimbio Arts (Blogs) - TOP.ORG Technology Blogs
technology Technology Blogs - Blog Rankings SEO Stats powered by MyPagerank.Net
EnglishIndonesian